Articles

Am I a Chronic Overthinker?

Pernah gak kamu seperti bicara sendiri ke otak kamu ‘’hey, brain, shut the hell up?’’? dan, jawaban dari otak kamu hanyalah kalimat seperti ini ‘’nooo,, because you totally stuffed up that convo/exam/date and nobody like you ever again and I’ll never let you forget it!’’ well, I have a solution for you, little miss thinks too much…

sumber : http://nz.youth.yahoo.com/girlfriend/gf-guru

Sign’s you’re an overthinker

v  Kamu terobsesi atau sering banget mikirin hal-hal sepele yang pe

rnah terjadi, mengingatnya terus menerus di kepala kamu..

v  Kamu sering merasa khawatir sama apa yang bakalan terjadi dan seringkali dibarengi dengan pikiran negatif.

v  Kamu susah untuk merasa tenang, mengalami susah tidur dan lebih suka menyendiri.

Kalau kata psikolog  Dr Pene Schmidt, overthinking merupakan masalah besar karena itu membuat kamu melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif, menjadi penyebab kamu terserang rasa panik yang ujung-ujungnya bisa mengakibatkan stress. Mereka yang overthinker hobi banget menganalisa sesuatu, biasanya sering merasa kesepian atau gak berminat mengerjakan apapun. Trik untuk menghadapi kondisi ini adalah ‘’menerima kondisi kita’’ dan biarkan semua mengalir apa adanya – yeah, I know, always easier said than done

How to think less

Ok, ada perbedaan besar antara menjadi thinker (cerdas, teliti, dan berhati-hati) dengan overthinker (melihat dan memikirkan terlalu banyak hal). daripada kamu lelah memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu atau konsekuensi yang kamu dapat jika melalukan sesuatu, kamu dijamin akan lebih happy dengan belajar menerima keterbatasan yang kamu punya.

‘’ingat, meskipun kamu tidak bisa mengontrol sesuatu yang terjadi di sekitarmu, tapi minimal kamu bisa mengontrol sesuatu yang jadi tanggung jawab kamu,’’ menurut Dr Schimdt. Sarannya adalah, ketika kamu mulai merasa terlalu terobsesi dengan suatu hal dan terus menerus mengkhawatirkanny

a, coba ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini :

¨      Apakah ini kekhawatiran yang wajar atau saya yang terlalu berlebihan ?

¨      Apa saya harus selalu fokus pada hal negative disbanding hal positif ?

¨      Apa efeknya jika saya berpikir terlalu berlebihan ?

¨      Cara terbaik untuk melihat masalah ini ?

Setiap jawaban dari pertanyaan diatas bisa membantu kamu mengenali tanda-tanda negative thinking dan membuatmu melihat setiap masalah dari sisi yang berbeda, more positive point of view.

 

Quick Overthinking Solution

v  Waspada terhadap kadar kekhawatiran kamu

v  Observasi bagaimana kekhawatiran itu berdampak ke peras

aan kamu

Let them go

v  Fokus saja pada hal-hal yang terjadi sekarang daripada harus khawatir tentang masa lalu atau masa yang akan datang

Sumber : Majalah Girlfriend Indonesia Edisi January 2011. (de

ngan pengubahan seperlunya)

2 thoughts on “Am I a Chronic Overthinker?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s