Articles

BB, butuh atau sekedar trend?

Blackberry telah menjadi fenomena. Berbagai kalangan memiliki gadget ini dengan alasan yang beragam, ada yang memang sesuai dengan kebutuhan, ada juga yang hanya sekedar gengsi semata. Blackberry atau yang biasa disingkat BB saat ini menjadi sarana komunikasi yang sangat populer di berbagai kalangan masyarakat.

           

Sumber : http://gadgedbelalang.blogspot.com/2011

Apa itu Blackberry ? Blackberry adalah alat komunikasi nirkabel yang mendukung fasilitas push e-mail, internet, telepon, SMS, semua dalam satu alat. Blackberry adalah sebuah brand yang diciptakan perusahaan Kanada, Research in Motion (RIM). Awalnya, Blackberry digunakan untuk pager dua arah pada 1999. Blackberry sudah memasuki pasar Indonesia lebih dari tiga tahun yang lalu. Namun, awalnya berfokus pada korporat, baru sekarang ini menjajaki pasar ritel. Sejauh ini sudah lebih dari 50 tipe Blackberry yang sudah dan akan beredar di dunia. So, apa sih hebatnya Blackberry? Mengapa beberapa bulan terakhir ini kata itu terdengar begitu sering, begitu populer? Mulai dari pebisnis, pejabat, selebritas, mahasiswa, sampai siswa SMU tampaknya sudah atau ingin memiliki Blackberry dengan alasan yang berbeda tidak peduli itu sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

Jumlah pengguna layanan Blackberry di Indonesia diperkirakan yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor empat di dunia. Apa kira-kira penyebabnya? Mari kita bahas dari segi teknisnya. Dari segi teknis, keunggulan Blackberry ada di dua hal. Pertama, adalah kemampuan kompresi file. Artinya adalah, setiap data yang masuk atau keluar dari handheld Blackberry mengalami pengecilan ukuran file di server Blackberry. Kompresi bekerja dengan mulus dan tidak terlihat. Hal itu membuat Blackberry terasa ’sedikit’ lebih cepat walaupun kecepatan internet tergantung dari operator dan lokasi. Itu karena jumlah data yang dikirimkan menjadi lebih sedikit. Kedua, ketahanan baterai. Banyak yang berpendapat Blackberry terasa boros baterai, tapi bila kita bandingkan dengan handheld non-Blackberry yang juga kita aktifkan internetnya terus-menerus, Blackberry masih lebih unggul hampir 25%. Dengan pemakaian berlebih, Blackberry bisa bertahan hidup dengan kondisi internet tersambung terus selama satu hari penuh.

Tingkat ketergantungan pemakai Blackberry sudah luar biasa. Kedekatan seseorang ke dunia maya sudah tidak terpisahkan akhir-akhir ini. Di sinilah Blackberry berperan besar. Seseorang bisa membalas e-mail di mana saja, bisa mengambil foto, kirim ke teman di luar negeri dalam sekejap, membalas comment di Facebook, Twitter, dan lainnya secara instan.

Serupa tapi tak sama

Semakin booming-nya Blackberry membuat hampir seluruh lapisan masyarakat ingin mempunyai Blackberry. Hampir di setiap sudut pusat pertokoan yang menjual handphone menawarkan Blackberry. Namun, sebagian masih terkendala dengan masih tingginya harga Blackberry di pasaran. Kisaran harga Blackberry antara 1,8 hingga 6 juta rupiah. Harga yang cukup tinggi untuk sebuah ponsel. tapi sepertinya bukan masalah lagi sekarang jika ingin memiliki ponsel yang “mirip” dengan Blackberry.

Belakangan muncul ponsel-ponsel yang tampilannya hampir bisa dibilang persis dengan Blackberry. Ponsel ini cukup lengkap dalam fitur jejaring sosial dan browsing, dan dengan desain yang nyaman seperti Blackberry juga menjadi salah satu keunggulan ponsel yang kebanyakan diproduksi oleh Negara China ini. Ponsel tersebut juga meggunakan keypad QWERTY yang cukup membantu dalam melakukan pengetikan pesan dan lain-lain. membuat ponsel Nexian ini tidak dapat diremehkan begitu saja. Mirip dengan Blackberry bukan berarti membuat Nexian dan ponsel lainnya yang mirip dengan Blackberry memiliki kelebihan yang sama dengan Blackberry, tetap ada kekurangan bila mencontoh milik orang lain. Blackberry dan tiruannya kian merajalela dimana-mana. Hal ini terbukti dengan hampir setiap counter handphone memajang Blackberry dan sejenisnya. Bahkan ada sebagian yang menawarkan cicilan khusus bagi pembelian ponsel Blackberry. Hal ini dirasa sudah sangat tidak wajar karena hanya untuk membeli sebuah ponsel kita sampai harus rela mencicil.

Tak pandang usia

Fenomena Blackberry sama sekali tidak mengenal umur. Mulai dari remaja hingga orang dewasa sepertinya terkena dampaknya. Bagi orang dewasa, ponsel secanggih Blackberry lebih banyak kegunaannya, terutama bagi kalangan pebisnis. Mereka dapat dengan mudah mengakses internet untuk berhubungan dengan para kolega bisnisnya. Berbeda dengan remaja, kecanggihan yang terdapat pada Blackberry sepertinya tidak begitu besar pengaruhnya bagi mereka. Mereka tidak melihat sisi fungsional yang ada pada Blackberry, Blackberry tidak lagi dipandang sebagai sebuah kebutuhan, melainkan sebuah trend.

Senada dengan diatas, mahasiswi FAPERTA, Reni Setyawati menuturkan, “Reni sendiri dibeliin ortu, ya bangga aja gitu make’nya, walaupun sebenarnya sama aja dengan hp reni yang lama,paling juga make buat smsan sama online aja.” Begitu yang ia tuturkan saat ditemui di kos-nya, beberapa waktu lalu. Hal tersebut membuktikan bahwa pada dasarnya meledaknya penggunaan gadget Blackberry di Indonesia bukan karena kecanggihan maupun fitur yang ditawarkan ponsel tersebut. Fenomena Blackberry seolah telah meluluhlantakkan fenomena-fenomena alam yang telah terjadi selama ini. Fenomena ini sedang melanda masyarakat kota besar hingga seluruh pelosok negeri. Yang muda maupun yang tua. Dari orang kantoran hingga anak kuliahan. Semuanya terbius dengan pesona Blackberry yang katanya, presiden Amerika Serikat, Barrack Obama pun tidak bisa lepas darinya.

Blackberry bisa bikin lupa segalanya

Seorang pengguna maniak Blackberry bisa menghabiskan waktunya berjam-jam, bahkan seharian penuh bersamanya. Entah untuk membalas email, memberikan komentar, upload foto terbaru kedalam facebook, ataupun sekedar browsing dan chatting dengan fasilitas Blackberry Messenger (BBM). Si pemilik Blackberry seolah-olah telah mempunyai dunianya sendiri, tidak menghiraukan lagi lingkungan disekitarnya. Dengan Blackberry di genggamannya, dan koneksi internet selama 24 jam nonstop yang didapatnya, maka dia bisa menciptakan dunia yang sesuai dengan keinginannya. Bahkan belakangan timbul sebuah ungkapan crackberry atau pecandu Blackberry.

Fenomena Blackberry mungkin memang sudah tidak dapat dibendung lagi. Sekarang, kembali kepada diri kita masing-masing. Apakah kita memang benar-benar membutuhkan benda tersebut? Layak kah anda merogoh kocek yang dalam hanya untuk memiliki sebuah ponsel? jika uang bukan masalah bagi anda, maka silahkan saja anda ikut bergabung menikmati fenomena Blackberry yang sedang terjadi saat ini. Namun jika anda lebih mementingkan fungsi dan kepentingan pemakaiannya, maka sebaiknya anda berfikir ulang apakah anda memang benar-benar membutuhkannya. Jangan sampai hanya sekedar untuk ikut-ikutan trend.

PS : Ini adalah tulisan pertama saya di salah satu media kampus (Tekad) dimana sekarang saya bertugas,🙂 tulisan inilah yang kemudian membawa saya tetap eksis di dalam media kampus tersebut hingga saat ini. Semoga saja tulisan ini bermanfaat….😀

PS 2 : Saya menulis ini waktu saya belom make BB, tapi sekarang saya udah make BB dan ternyata adik, kakak, dan temen2 saya bilang kalo saya “udah” termasuk crackberry, hehe, biar deh..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s