Articles · Secrets-Of-Me

My KKN Experience, Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Part I)

Whooaa…. long time no writing, sekarang saatnya saya mulai menulis lagi, kali ini mengenai pengalaman saya sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. check it out readers…🙂

Di kampus saya Universitas Riau, sampai saat ini masih melangsungkan kegiatan KKN, meskipun beberapa universitas di pulau jawa sudah meniadakan program ini. Secara pribadi menurut saya program ini cukup besar manfaatnya, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat desa. KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta mempelajari kondisi sosial masyarakat desa. Oke, cukup mengenai penjelasan tentang KKN-nya, saya lebih tertarik untuk bercerita mengenai pengalaman saya selama disana :p

Keindahan alam desa Pengudang ini sangat luar biasa, bagi anda yang suka travelling, saya sangat menyarankan tempat ini untuk dikunjungi, selain pantainya yang masih asli, wisatawan yang datang juga tidak ramai seperti tempat wisata di pulau bintan yang lain, anda mungkin sudah tidak asing dengan Lagoi, Trikora, atau pantai-pantai lainnya yang memang sudah terkenal bahkan hingga mancanegara. Nah, pantai di desa pengudang ini belum begitu terkenal, tapi sudah ada 2 resort yang dibangun kalo2 kita ingin berwisata kesana😀

Pantai Pengudang. Foto Koleksi Pribadi. Taken by Me (Raisha)
Pantai Pengudang. Taken by Raisha (Me). (sumber : koleksi pribadi)

Fyi, listrik di desa ini hanya hidup selama 5 jam, yaitu dari jam 6 sore sampe jam 11 malam. kebayang kan gimana tenangnya kalo kita berlibur ke tempat ini? gak akan terganggu deh sama yang namanya tv, radio, internet apalagi (sinyalnya sedikit susah tapi lumayan bagus di tepi pantai :D). Heaven on earth bgt.🙂

Mengenai penduduk desanya, selama kurang lebih 2 bulan saya disana, mereka luar biasa baik. Seperti konsep yang selalu diajarkan sewaktu kita belajar PPKN di Sekolah Dasar, jika ingin dihargai orang lain, maka kita harus menghargai orang terlebih dahulu. Konsep ini selalu berlaku dimanapun kita berada, termasuk di desa ini. Sebagai pendatang kita harus tau sopan santun, adat istiadat dan peraturan2 yang berlaku. jangan pernah seenaknya dan semaunya sendiri. Selama saya dan teman2 mengerjakan program kami, alhamdulillah semua berjalan lancar dan warga desa cukup mendukung kami. Semua kembali pada diri kita masing2, bagaimana cara kita membawa diri ditengah masyarakat.

Jembata penghubung antara desa pengudang luar  (sumpat) dan pengudang dalam. (sumber : koleksi pribadi)
Jembatan penghubung antara desa pengudang luar (sumpat) dan pengudang dalam. (sumber : koleksi pribadi)

Oke, sampe sini dulu deh cerita KKN-nya. Next time disambung lagi. See u on the next post! :*🙂

2 thoughts on “My KKN Experience, Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Part I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s