Articles

MY KKN EXPERIENCE, DESA PENGUDANG, KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU (PART II)

Tulisan yang kali ini dikhususkan sewaktu saya dan 7 orang teman kkn saya mencoba untuk bermalam di kelong (rumah terapung yang dibawahnya terdapat jaring besar untuk menangkap ikan; berada di tengah laut), sebagian besar penduduk desa pengudang berprofesi sebagai nelayan.

Saya sangat takut dengan laut, terlebih lagi karna saya tidak bisa berenang dan pernah tenggelam di sungai (komplit!) membuat nyali saya ciut sewaktu teman-teman berencana untuk bermalam di kelong. Sepenuh hati saya menolak ajakan mereka dan memilih untuk tinggal di posko saja. Tapi ya gitu, ajakan (paksaan lebih tepatnya) ke-7 teman dan setelah saya pikir-pikir saya harus berani untuk melawan rasa takut yang sudah berakar dalam diri saya selama bertahun-tahun akhirnya membuat saya memberanikan diri untuk berangkat sore itu bersama 7 orang teman saya dan bapak pemilik kelong tersebut.

Kelong (sumber : koleksi pribadi)
Kelong (sumber : koleksi pribadi)
Sumber : Koleksi pribadi
Saya dan teman-teman

Perjalanan ke Kelong cukup mendebarkan bagi saya, pertama-tama kami harus menaiki sejenis sampan berukuran sedang yang kira-kira muat untuk 7-10 orang untuk menuju ke sampan (atau biasa disebut pompong) yang lebih besar lagi. yang kira-kira muat untuk menampung hingga 15 orang beserta keranjang-keranjang hasil tangkapan. Selama perjalanan menuju kelong, saya benar-benar deg2an sekaligus excited karena selain saya takut (asli! saya belum pernah seterbuka ini berada di tengah lautan, selain ketika saya dalam perjalanan menyeberang ke gili trawangan, lombok. Itu juga kapalnya masih lumayan tertutup dan saya cukup merasa aman di dalamnya) pemandangan yang disajikan benar-benar luar biasa, saya merasa benar-benar bebas dan tanpa beban, angin dan percikan air menerpa wajah saya, keren deh pokoknya😀

temen-temen pembaca kalo ada yang sempat mampir atau liburan ke desa ini, boleh mencoba pengalaman “main” ke kelongnya, tapi jangan lupa mengakrabkan diri dulu dengan warga desa dan pemilik kelongnya ya. See ya on the next post, thank you!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s